Rahasia Pecel Madiun

Untuk keringkasan, berikut beberapa tips membuat pecel Madiun ala saya.

Tips Pertama Bahan utama, yaitu kacang tanah, tidak perlu dipilih yang besar-besar (kacang impor). Asalkan yang busuk dan jelek dibuang, kacang lokal justru lebih manis dan enak.

Tips Kedua Agar mendapatkan rasa yang khas dan bisa awet berhari-hari tanpa bahan pengawet, kacang tanah digoreng tanpa minyak (goreng sangan), kalau bisa wajannya wajan tanah.

Tips ketiga Agar warna bumbu lebih cerah dan juga rasa tidak pahit, setelah kacang dingin, kacang dibuang kulitnya dengan menekan-nekannya di atas baki / tampah. Kalau Anda lebih telaten, Anda bisa juga membuang biji kecil dalam kacang. Ini bermanfaat untuk menambah keawetan bumbunya.

Tips Keempat Agar rasa khas kacang tidak hilang, sebaiknya Anda tidak menumbuk kacang dengan gilingan / blender, tapi ditumbuk di lumpang (tempat menumbuk). Namun, bila kerepotan apalagi bila untuk diproduksi besar-besaran (dijual), penggunaan blender/mesin penggiling sangatlah membantu.

Tips KelimaBumbu-bumbu ditumbuk lebih dulu. seperti tips keempat, sebaiknya ditumbuk bukan digiling. Bumbu-bumbu tersebut tergantung selera Anda khususnya masalah rasa: asin, manis dan pedas. Namun, untuk Madiun, rasanya merupakan campuran antara Pecel Surabaya yang relatif lebih asin tapi kurang manis dengan Pecel khas Jogya yang manis tapi kurang asin. O, ya. Cabenya sebaiknya cabe rawit dan digoreng sangan agar harum. Semua bumbu: cabe, terasi — sedikit atau secukupnya saja dan kalau bisa yang berkualitas baik, garam, gula merah, gula putih(sebagai tambahan saja), dan daun jeruk purut ditumbuk halus. Masukkan bahan kacang yang sudah dihaluskan, campur/giling sampai bumbu meresap pada kacangnya.

Terakhir Bumbu pecel tersebut masih berbentuk bubuk. Untuk menjadi bumbu pecel perlu dicampur air. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak berlebihan dalam memberi gula dan garam (kecuali gula merah harus pas karena rasa khasnya berbeda dengan gula putih). Nantinya bisa ditambahkan ketika bumbu diseduh dengan air hangat. Untuk kekentalan, kembali sesuai selera Anda. Bisa cair, bisa pula lebih kental.

Dan yang ini adalah pilihan saja yang menunjukkan kebiasaan di daerah kami, yaitu sayur mayurnya. Yang khas dari Madiun — dan selama ini belum saya jumpai di daerah lain, adalah bunga turi, kecambah biji kacang panjang, serta tauge yang masih pendek. Bandingkan dengan tauge jakarta yang mencapai dua sampai tiga centi meter panjangnya. Namun, sekali lagi, ini pilihan. Kesukaan dan kondisi daerah Anda sangat menentukan selera membuat pecel beserta pelengkapnya.

Demikianlah tips dari saya. Selamat mencoba dan menikmati. Kalau cocok dan Anda berniat memproduksi untuk dijual, saya bersedia menjadi pembeli pecel Anda tersebut.

Semoga tips ini bermanfaat.

You may also like to check out:

  • 3 Tips To Protect Your WordPress Installation
    Here are three easy but important ways to protect yourself if you run a WordPress blog: Secure your /wp-admin/ directory. What I’ve done is lock down /wp-admin/ so that only certain IP addresses...
  • 3 Big Steps Wordpress Optimization
    Here you have general rules but I think that this guide will be very useful specially for HostGator users. If your WordPress is not correctly configured you'll need a lot of GPUs for few thousands of ...
  • How to find and replace text in the MySQL database using SQL
    MySQL database is a simple and useful string function REPLACE () which allows data to the table with the strings (from_string) to be replaced by new string (to_string). This is useful if you need to f...
  • Konsep Dasar Linux
    Apakah Linux tepat untuk Anda ? Anda ingin beralih dari DOS ke Linux? Ide Bagus! tapi hati hati, ada kemungkinan bahwa ini tidak akan berguna bagi Anda, IMHO, tidak ada komputer ataupun sistem opera...
  • Creating Password Protected Folders using htaccess
    Important: This method of password protecting folders does not provide protection for highly secure information. It is mainly to keep more casual users from accessing a page through a Web ...

Tags: , , , ,

30.Sep.08 Uncategorized


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Comment

:)